Postingan

Menampilkan postingan dengan label galau

Futur dan Ukhuwah

Gambar
 Kawan lama. Sebetapa sibuknya pun, aku selalu menyempatkan untuk sesekali bertemu dengannya, walau sekedar say hello. Aku khawatir, jika hal kecil ini saja tak dilakukan, lama-lama tali yang terpintal kuat itu putus juga. Ya, namanya ukhuwah. Ia seperti pisau yang jika dibiarkan tak diasah akan tumpul. Membina rasa antar sesama itu memang butuh latihan. Tak bisa pertemuan pertama  langsung mengerti dan memahami, butuh waktu dan butuh sering bertemu. ukhuwah inilah yang akan mempermudah gerak langkah dakwah. --- “Kawan, Jika aku meninggalkan jalan ini akankah kau masih bersikap sama seperti saat ini?” Pertanyaannya memecah kesunyian, aku sontak kaget mendengarnya . Tak menyadarinya, raut mukaku begitu terlihat bingung. Dia hanya tersenyum, melihatku sekilas. Seperti tidak ada beban.  Setelah itu ia memegang pena  dan kembali menulis. Aku belum menjawab, masih bingung dan berpikir keras. Haruskah aku menjawab pertanyaannya. Menurutku, pertanyaan ini adalah...

Edisi Penyesalan

 Kegalauan yang diakibatkan kelalaian sendiri.  Dekat, dilalaikan. Jauh, disesalkan. Manusia memang begitu, baru menyadari saat masa penting terlewati.  Bukan, ini bukan edisi kegalauan.  Tapi edisi penyesalan.  Menyesal karena tak mengoptimalkan kesempatan yang ada. Sudah 19 tahun hidup di dunia, tak ubah jua.  Belum juga jera, dengan pengalaman yang ada. Harus berapa kali mengulang hal yang sama? Sia-sia sudah, Waktu yang terbuang percuma. Kapan mau belajar dari yang sudah-sudah? Mau terus begini, Tak naik kelas. Diam dan stagnan. Hilanglah sudah ! Lalai dan lupa, alasan klasik! Tak ada tertawa, ini tak lucu. Hanya perlu direnungkan. .

Kalau hanya lewat begitu saja,

Hidup akan terus berjalan. Harus belajar dan terus mengambil pelajaran dari setiap kejadian. Agenda yang begitu padat, Alhamdulillah Allah masih memberikan kesempatan untuk sibuk dalam hal kebaikan insyaAllah. Sayang rasanya jika peristiwa yang terjadi lewat begitu saja, tanpa mengambil pelajaran darinya. Maka penting kiranya untuk mengevaluasi apa saja telah dilakukan. Amanah. Amanah adalah sesuatu yang disematkan pada diri kita. Apa amanahmu hari ini? Jika kau diamanahkan untuk menjadi pemimpin, maka jadilah pemimpin yang baik.   Jika Engkau ditunjuk atau diamanahi sesuatu oleh seseorang atau siapapun. sesungguhnya, ada peran Allah disana. Allah yang telah memilih tiap dari kita untuk menjadi seseorang. Allah yang Maha Tahu, mungkin inilah saat yang tepat bagi kita untuk semakin dewasa dalam menjalani hidup ini.  Dulu, saya pernah berikrar untuk berkontribusi sebesar-besarnya untuk jalan dakwah ini. Ya, meski dalam implementasinya tak semudah yang saya bayangkan...