Postingan

Menampilkan postingan dengan label Cinta

Melepas Rindu

Ini bukan novel atau cerita hikayat. Ini kisah nyata seorang anak yang lama berpisah dengan ibu dan adiknya.  ------ Namanya ima,sepupuku anak bibi,adiknya Ibu. Ima seumuran denganku, hanya terpaut beberapa bulan saja. Seingatku wajahnya bulat dan potongan rambutnya percis dora, rambutnya hitam lebat dan berponi . Wajahnya mirip dengan bibi, matanya bulat dan lucu. ia agak gemuk dan berisi, jauh sekali denganku si kecil kurus kerontang. Aku ingat kami pernah bermain bersama, ia lebih bisa diajak bermain daripada adiknya yang terkenal garang, aku kadang segan bermain dengan adiknya. Takut ditindas. ----- Beberapa waktu lalu, aku melihat album lama. Ku lihat disana photo aku yang sedang berfose mengangkat kedua jari-jari tangan dan membentuk huruf V. Ku buka tiap lembaran album itu, sambil tertawa terkekeh-kekeh menertawakan sendiri. Betapa lucunya aku. Gayaku begitu alami dan murni.hehe Narsis. Tawaku semakin mengeras ketika    ku melihat deretan eksp...

Futur dan Ukhuwah

Gambar
 Kawan lama. Sebetapa sibuknya pun, aku selalu menyempatkan untuk sesekali bertemu dengannya, walau sekedar say hello. Aku khawatir, jika hal kecil ini saja tak dilakukan, lama-lama tali yang terpintal kuat itu putus juga. Ya, namanya ukhuwah. Ia seperti pisau yang jika dibiarkan tak diasah akan tumpul. Membina rasa antar sesama itu memang butuh latihan. Tak bisa pertemuan pertama  langsung mengerti dan memahami, butuh waktu dan butuh sering bertemu. ukhuwah inilah yang akan mempermudah gerak langkah dakwah. --- “Kawan, Jika aku meninggalkan jalan ini akankah kau masih bersikap sama seperti saat ini?” Pertanyaannya memecah kesunyian, aku sontak kaget mendengarnya . Tak menyadarinya, raut mukaku begitu terlihat bingung. Dia hanya tersenyum, melihatku sekilas. Seperti tidak ada beban.  Setelah itu ia memegang pena  dan kembali menulis. Aku belum menjawab, masih bingung dan berpikir keras. Haruskah aku menjawab pertanyaannya. Menurutku, pertanyaan ini adalah...

I B U

Gambar
Setiap anak pasti menyayangi Ibunya dan selalu ingin membahagiakan Ibunya.  Anak mana yang tidak mau membahagiakan Ibunya? Tak ada, karena secara naluriah rasa itu selalu ada. Tapi bayangkan hari ini dunia telah berbeda. Seorang anak dengan mudah  membunuh Ibu kandungnya sendiri hanya karena keinginan sepele yang tak terpenuhi.  Miris sekali, hati anak yang seperti itu telah mati. Ya, tekanan hidup kapitalisme membuat orang tidak berpikiran waras. Tanpa berfikir panjang main bunuh saja. Teganya. Dia tak ingat lagi tentang pengorbanan Ibunya melahirkan dan membesarkannya. Hilang sudah rasa kasih sayang, yang ada hanya marah tak terpendam.  Astagfirullah, Ya Allah jadikanlah kami anak yang solih dan solihah. Sama halnya dengan anak, Setiap Ibu menyayangi anaknya melebihi rasa sayang anak kepada Ibu. Dalam hal apapun, Ibu selalu menyangi anaknya meski kadang rasa sayang itu ditangkap berbeda oleh anaknnya. Ya kadang saya mengamati ada seorang Ibu yang selalu m...

Hijab Kuning dan Sejuta Kenangan

Beberapa kawan lama memintaku untuk menulis tentang kenangan zaman SMA. Ya, masa indah katanya ada di SMA. Siapa bilang? semua yang kulalui adalah  kenangan indah. Baiklah aku kan mulai bercerita kawan, aku hanya memenuhi permintaanmu.    Tak seperti kebanyakan remaja lainnya, aku tak melewati masa SMA dengan berpacaran, senang-senang, nongkrong dijalan, main ke mall, pergi kekarokean, smsan dengan abang-abang, ke salon catok rambut, atau sederet aktivitas ababil anak SMA. Aku ini anak rumahan, yang senang ketenangan. Bukan tipeku melakukan sesuatu yang aneh dan kampungan. Maaf-maaf bukan menyinggungmu kawan, ini hanya penilaianku. SMA tentu berbeda dengan SMP, apapun yang terjadi. SMP masih kecil mungil nan lucu. Ini sedikit narsis. SMA, waktunya eksistensi diri. Perubahan dimulai jaman SMA, kawan. Aku bisa menjadi seperti ini karena melewati SMA bukan? Yeah.. SMA dan sejuta kenangan. Kenangan itu, dengan cepat berkelebat hadir dalam benakku. Saat ku berada p...

Qiyadah Insaniyah

Gambar
“Tiada hari yang lebih bercahaya di Madinah, daripada hari ketika Rasulullah datang kepada kami. Dan tidak ada hari yang lebih gelap dan muram daripada saat beliau wafat. ” Kata Anas ibn Malik             Hari itu, Rasulullah Kekasih Allah telah tiada.  Beliau telah menghembuskan nafas terakhirnya. Semua orang menangis, sedih, kalut, tak percaya, dan semua rasa bercampur aduk disana. Duhai Umar, beliau berteriak-teriak tak percaya. Marah dan sedih bercampur rasa. Umar yang bertubuh besar itu mengancam “ Sesungguhnya beberapa orang munafik beranggapan bahwa Rasulullah meninggal du nia, Demi Allah, Rasulullah pasti akan kembali! Maka tangan dan kaki siapapun yang mengatakan beliau telah meninggal harus dipotong ”. Umar masih saja berteriak-teriak sambil menghunuskan pedangnya. Adalah Abu Bakar, beliau tenang bersahaja. Beliau mellihat jenazah Rasulullah lalau berbisik   “Allah tidak akan menghimpun dua kematian ba...

Sepotong do'a dari Alkuati

Rabb…jika saudari yang teramat ku cintai karena Mu ini, merasa tersakiti dengan perkataanku, maka bahagiakanlah ia dengan cara terbaik yang Engkau ketahui, dan ampunilah segala kelalaian ku. Hanya Allah yang Maha Mengetahui, seberapa besar dan tulusnya cintaku padanya. Maaf untuk segala kata dan perbuatan yang menyakiti.

Benarlah Khilafah Solusinya

Gambar
Wahai saudariku, Dalam jalan dakwah,  Kita tak bisa memaksa, agar semua orang langsung berkata bahwa "Demokrasi itu dusta". Penolakan akan selalu ada dan biasa Sabar, dan teruslah berusaha. karena tolakan itu, bukanlah kegagalan di depan mata Melainkan bagian dari kesuksesan yang tertunda. Teruslah mencoba!  karena Kita tak pernah tahu tentang hidayah-Nya, Mungkin saja, pertemuan yang ke 100 lah hati dan pikirannya itu kan terbuka. sehingga ia langsung berkata "Benarlah Khilafah solusinya". Sampai hari itu tiba, Kita harus yakini sepenuhnya ideologi islam itu sesuai fitrah manusia, yang puaskan akal dan tenangkan jiwa. Sehingga macam apapun sikap manusia InsyaAllah Dakwah islam idologi kan diterima. Maka dari itu, marilah teruslah mencoba. Bersama, kita bisa. :) Tertanda Saudarimu,  Felycitia Iradati Yusrina Al-Ganashi 

Pesan Singkat Untuk Sahabat

Gambar
Pesan Singkat Untuk Sahabat Kita sahabat Ideologis.. Kedekatan dan keakraban yang dibangun bukan tanpa alasan. Tapi tentang mengejar  cita dan asa yang sama. Tuk bersama berusaha wujudkan janji pasti.  Tegaknya Syariah dan Khilafah di bumi ini. Tak banyak orang semisal kita. Saling mencinta tanpa balas jasa. Rasul yang kita cinta bersabda Yang paling utama adalah yang paling besar kecintaannya pada sahabatnya. Maka kita saling berlomba, Untuk mengejar yang utama. Menjadi orang yang  lebih mencinta saudari kita, Tanpa harapan balasan darinya. Karena kita tahu, Allah yang akan berikan balasan yang  terbaik. Berupa kemuliaan dan Keridoan-Nya. Kita mencinta bukan dengan harta atau tahta. Tapi dengan yang utama, Yakni saling nasihat menasihati dengan cara yang indah. Tak ada saling menjatuhkan atau memojokan. Sekali lagi yang ada hanya cinta. Kita sama-sama memahami, inilah bukti cinta terbesar. Memang kadang ada beda dianta...

Surat Cinta dari Sahabat

Gambar
Surat Cinta dari Sahabat Suatu pagi yang cerah, saya dikagetkan dengan perubahan yang  agak mencolok pada mading. Aha.. ada tanda dua tanda panah yang bertuliskan “look”, ternyata ada semacam surat di tempel di atasnya dengan judul “ Surat Cinta buat Felycitia  :)“.  Surat ini tertanda dari seseorang yang menyebut dirinya sebagai Miss. Universe. Siapa sebenarnya Miss.Univers ini?  saya langsung bisa menebak siapa dalang dibalik surat ini, dia adalah sahabatku.   Dalam tulisan sederhana ini, sedikit akan saya ceritakan tentang kisah persahabatan kami. Bukan ingin berghibah ataupun memfitnah, saya hanya ingin menceritakan ini agar bisa diambil pelajaran. Selamat menikmati.   J                 Kau punya sahabat? Sahabat macam apa? Atas dasar apa kau bisa menjadi sahabatnya?Ikatan apa yang kau bangun? Benarkah persahabatan sejati? Atau jangan-jangan kau tak punya sahabat? Seb...